Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Polrestabes Surabaya Bongkar Judi Beromset Milliaran

Penakhatulistiwa.com – Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar jaringan judi online antar provinsi beromset Rp 2 miliar per bulan.

Dalam penangkapan, Polisi telah menciduk tiga bandar besar yang membawahkan ratusan pengecer dan pelanggan. Salah satunya ditemukan ketika bersembunyi di Makassar.

Para pelaku diantaranya Dolfiandra Susanto Putra alias DS (28) warga Sambikerep, Surabaya, Celvia (35) warga Sambikerep, Surabaya; dan Budi Putra Philips (38) warga Goa, Makassar.

Related Posts
1 of 460

Dalam pengungkapan bandar kelas kakap itu berawal dari informasi semakin maraknya permainan judi bola sistem online dalam beberapa bulan terakhir. Akhirnya anggota Polrestabes Surabaya unit jatanras kemudian melakukan penyelidikan untuk membongkarnya.

”Kami menembus jaringan mereka,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete, Rabu (13/5/2015).

Saat penyelidikan, petugas menemukan bandar judi milliaran salah satunya adalah Dolfiandra alias DS yang ditangkap di rumahnya. DS merupakan bandar judi yang membawahkan lebih dari seratus pengecer di Surabaya. Para pengecer itulah yang mencari penomboknya.

Selain itu, Polisi juga menangkap Celvian. Dia satu tingkat dengan DS yang juga membawahkan ratusan pengecer. ”Mereka sama-sama menguasai pasar judi di Surabaya,” ucapnya.

Setelah menangkap dua tersangka, polisi tetap melakukan pengembangan dengan melacak siapa saja yang ada di lingkaran perjudian kelas kakap tersebut.

Hasilnya, petugas menemukan agen besar bernama Budi. Dia merupakan atasan DS dan Celvian dan memilih markas di Makassar. Tak tinggal diam, akhirnya Tim lengkap dikerahkan untuk memburu agen besar tersebut. Petugas sempat mengalami kesulitan membekuk Budi yang menerapkan pengamanan berlapis untuk melindungi dirinya. Selain mengerahkan personel penjaga, tempat tinggalnya dibuat steril.

READ  Kapolsek Mundu, monitor giat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Water Boom Talaga Langit

Takdir menyebutkan, hampir setiap jengkal rumahnya dipasangi kamera CCTV. Ada yang mengawasi kamera tersebut setiap saat.
Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga minggu sampai akhirnya bisa menembus pertahanan itu.

Caranya, Takdir menyamar sebagai pengusaha batu bara. ”Saya kan mirip-mirip pengusaha gitu lah,” ucap Takdir, lalu tertawa. 21k

Leave A Reply

Your email address will not be published.