Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

La Nyalla dan Menteri Sosial Hadiri Haul Ponpes Genggong

 

Penakhatulistiwa.com, Probolinggo – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) La Nyalla Mahmud Mattalitti,  menghadiri undangan KH. Sholeh Nahrowi Genggong, yang berlokasi di Ponpes Baitus Sholihin Genggong Desa Temenggungan Kecamatan Krejengan Kab. Probolinggo, Sabtu (15/9).

Related Posts
1 of 471

Haul tersebut mendapat kunjungan dari Mensos RI  Agus Gumiwang Kartasasmita, turut hadir KH Hasan Mutawakil Alallah pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Para Kyai, Ulama, Habaib. Selain KH Moh Hasan Ainul Yaqin pengasuh Ponpes Baitus Sholihin, hadir pula Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio, H Muhamad Misbakhun anggota DPR RI komisi XI, H Hasan Irsyad anggota DPRD Jatim fraksi Golkar, serta jajaran Muspida. Hadir juga para wali santri, alumni, serta puluhan ribu jamaah haul.

Politisi Golkar,  HM Misbakhun, mewakili tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah datang dalam acara ini, khususnya buat Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita MSi yang mewakili Presiden RI, dan mengucapkan selamat datang kepada La Nyalla Mahmud Mattalitti di Genggong.

Ketua KADIN Jatim yang juga Calon DPD-RI Dapil Jawa Timur itu mengatakan, bahwa Haul para ulama adalah salah satu acara yang rutin ia kunjungi tiap tahunnya.

“Majelis Haul itu sekaligus sebagai instrumen pemersatu bangsa. Kami selalu rutin hadir ke berbagai Haul sebagai salah satu bentuk dukungan acara ini, almarhum para Kiai di pesantren ini adalah guru serta ulama yang yang menjadi panutan hingga kini,” ujar La Nyalla.

La Nyalla menjelaskan, saat acara Haul tak hanya diisi dengan acara doa serta tausyah. “Di luar itu, para jamaah bisa saling sapa, menjaga solidaritas, saling peduli, dan ini menjadi energi membangun kebersamaan ketika nanti pulang ke tempat masing-masing,” terang La Nyalla.

Sementara itu, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya mengucapkan, sangat bersykur dan alhamdulillah bisa hadir di hadapan puluhan ribu jamaah Genggong, di sini ada para tokoh, seperti La Nyalla Mattalitti dan tokoh yang lain.

”Saya bisa berada di tempat ini karena tugas dari Presiden RI  Joko Widodo, beliau tidak bisa hadir karena ada kegiatan tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan, Insya Allah Presiden mengharap ada undangan lagi dari Ponpes dan Presiden berjanji akan menghadiri undangan tersebut,” ucapnya.

Tahun ini merupakan tahun politik, yaitu akan dilaksanakannya Pilpres dan Pileg pada tahun 2019. Dalam tahun politik biasanya akan beredar dan bermunculan berita berita yang bersifat provokatif, adu domba dan fitnah.

Menteri Sosial juga berharap agar masyarakat bisa bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi suatu berita. Dan selalu mencontoh sikap para ulama terdahulu. Sehingga umat tidak mudah dipecah oleh orang orang yang tidak bertangung jawab.

“Mari kita teladani dan aktif aplikasikan kepribadian agung Al Arif billah dalam kehidupan kita sehari hari, perbedaan pendapat atau pandangan dalam sistem demokrasi tidak semestinya membelah umat,  namun justru harus saling mempekuat  dalam rangka membangun Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera,” ungkapnya.

Dalam Pesantren, Menteri Sosial juga menjelaskan, jauh sebelum kemerdekaan, sudah memiliki peran yang sangat besar dalam sejarah Indonesia. NKRI berdiri tegak dengan tetesan keringat dan darah para ulama, oleh karena itu, Pemerintah Jokowi tetap akan memperhatikan pembangunan dan kelangsungan pesantren.

Dengan membuka pintu kepada Ponpes untuk ikut membantu mensukseskan program pemerintah khususnya di Kemensos dan kami datang membawa bantuan sebesar 100 juta Rupiah. Dana tersebut agar bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan Ponpes. Kemensos ada program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk membentuk usaha usaha di masyarakat dan program tersebut sudah ada anggarannya.

“Diharap ke depan Ponpes menjadi penggerak dalam pembangunan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat dapat meningkat dari segi kehidupan dan kesejahteraan,” tegasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Pengasuh Ponpes Baitus Sholihin Genggong Probolinggo, KH Moh Hasan Ainul Yaqin yang akrab dipanggil Gus Nunung juga memberikan cindera mata kepada Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, La Nyalla Mattalitti, Misbakhun,  dan Mayjen TNI ( Purn ) Istu Hari Subagio. Serta dilanjutkan pembacaan Manaqib yang dipimpin KH Moh Hasan Saiful Islam. (Red)

READ  Ancaman Penjara Menanti Panitia Surabaya Membara

Leave A Reply

Your email address will not be published.