Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Cinta HATTA Untuk INDONESIA Begitu Megah

 

Penakhatulistiwa.com – Berbeda dengan Soekarno, kehidupan romansa Mohammad Hatta berbeda 180 derajat. Di kalangan teman-temannya, Hatta dikenal tak pernah menunjukkan ketertarikannya kepada perempuan.
Suatu ketika para sehabatnya saat berkuliah di Belanda menjebaknya: mereka mengatur kencan dengan seorang gadis Polandia “yang menggetarkan lelaki manapun”.

Related Posts
1 of 482

Tentu saja, si gadis sudah dipesan untuk menggoda Hatta dengan segala cara. Apa yang terjadi? Malam itu di cafe yang romantis mereka cuma makan malam lalu berpisah.

Ketika ditanya kenapa rayuannya gagal total, si gadis cuma mengtakan, “Sama sekali tidak mempan. Dia ini pendeta, bukan lelaki,” jawab Si gadis tentu saja bercanda.

Hatta tidak anti wanita. Dia hanya ingin fokus berjuang untuk negeri yang dicintainya. Hatta bahkan sangat peduli dan menjunjung tinggi harkat perempuan. Makanya Hatta sempat marah besar kepada Soekarno saat menikahi Hartini.

Dia tidak menerima sikap sahabatnya menduakan Fatmawati dan membuatnya “digantung tidak bertali”.

Begitu marahnya Hatta, seperti ditulis di buku Mohammad Hatta: Biografi Politik, karya Deliar Noer, dia tak mau menemui Hartini untuk beberapa lama. Meski begitu, persahabatan Hatta-Soekarno tidak pudar. Urusan politik dan pribadi diberi batas tegas. Bahkan Soekarno-lah yang menjadi comblang Hatta dalam urusan asmara.

Kisahnya berawal pada 1943 ketika pengacara Mr. Sartono mengadakan perjamuan untuk merayakan kepulangan Soekarno dari pembuangan di Bengkulu. Sejumlah tokoh hadir termasuk keluarga Ny. S.S.A Rachim beserta dua anak gadisnya Rahmi (17) dan Raharti (14).

Saat itu Hatta datang sendirian dan dia juga belum berkeluarga meski umurnya sudah 41. Dia memang pernah bersumpah, tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Hal ini menarik perhatian Soekarno, sahabat karibnya. Dia ingin mencarikan pendamping untuk Hatta.

Hingga pada suatu kesempatan menjelang kemerdekaan Soekarno singgah ke rumah Ny. Rachim di Bandung. “Gadis mana yang tercantik di Bandung?” tanya Soekarno.

Ny. Rachim tampak bingung dan menjawab sekenanya. Kemudian dia tanya balik kenapa Soekarno tanya seperti itu. “Ah, tidak apa-apa. Tanya-tanya kan tidak masalah,” jawab Bung Karno.

Setelah Proklamasi, Soekarno akhirnya minta Hatta untuk menentukan pilihannya. “Waktu saya bertanya kepada Hatta, gadis mana yang dia pilih, jawabnya: ‘Gadis yang kita jumpai waktu berkunjung ke Institut Pasteur, yang duduk di kamar sana, yang begini, yang begitu, tapi saya belum tahu namanya,” ujar Soekarno.

Soekarno kemudian menyelidiki. Ternyata gadis yang dimaksud Hatta adalah Rahmi, putri keluarga Rachim. Akhirnya, sekitar dua bulan setelah Proklamasi, Bung Karno mendatangi keluarga Rachim, melamar Rahmi untuk Hatta. Pada 18 November 1945 Hatta menikahi Rahmi di sebuah vila di Megamendung, Bogor.

(PPDSM)

READ  Bersama Masyarakat, Dinkes Kab Cirebon Deklarasi Pemilu Damai
5 Comments
  1. link alternatif 18hoki says

    Makasi, infonya sangat bermanfaat. Saya pembaca setia di blog ini.
    Kontennya bener-bener joss…

  2. mposport says

    Admin, bisa lebih sering update artikel gak? kadang lama banget nunggu update-nya.
    Padahal konten-kontenmu selalu bagus loh

  3. qq8788 alternatif says

    Terus berkarya ya, tulisannya enak di baca.

  4. qq8788 alternatif says

    walaupun banyak yang nulis konten seperti ini, tapi saya lebih suka konten yang
    di tulis di blog ini.

  5. mposport says

    Nah postingan kali ini sangat bermanfaat, saya sering berkunjung
    dan membaca postingan disini. Emang keren-keren kontennya.
    Salah satu blog yang recommended deh.

Leave A Reply

Your email address will not be published.