Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

MERIAM KANJENG KYAI GUNTUR GENI

 

Penakhatulistiwa.com – fakta yang menunjukkan bahwa TNI juga memiliki meriam (PSU) penangkis serangan udara yang berkategori heavy AA. Meski bukan lagi barang keluaran baru, Arhanud Marinir TNI AL justru punya kaliber yang lebih dahsyat, yakni lewat tipe meriam M1939 52-K yang berkaliber 85 mm. 52-K adalah legenda tersendiri dalam jagad sista penangkis serangan udara.

Related Posts
1 of 465

Bersama dengan M1939 61-K, meriam 52-K punya reputasi tinggi selama Perang Dunia Dua. Seperti halnya meriam 61-K, meriam 52-K hadir atas desakan kebutuhan Arhanud Uni Soviet untuk menghalau gempuran bomber NAZI Jerman. Total ada 4.047 pesawat Jerman yang dirontokkan oleh kru meriam ini. Hitungannya, untuk menjatuhkan satu pesawat menghabiskan 598 peluru.

Karena kalibernya yang besar dan bobot amunisi yang relatif lebih berat, kecepatan tembak meriam ini hanya 10 -12 peluru per menit, dengan kecepatan luncur proyektil 792 meter per detik, jarak tembak maksimum K-52 ini mencapai 15.000 meter. Sementara jarak tembak efektif (dalam sudut vertical) mencapai 10.500 meter. Dengan kemampuannya tersebut, wajar bila meriam ini jadi momok yang menakutkan bagi pesawat tempur yang terbang di ketinggian tinggi.

Dirunut dari sejarahnya, meriam K-52 dirancang oleh M. N. Loginov and G. D. Dorokhin, dan kemudian diproduksi dalam rentang 1939 hingga 1945. Keberadaan meriam ini di Indonesia diperkirakan terkait dengan kampanye operasi Trikora di awak tahun 60-an.

Selain Indonesia, populasi meriam ini cukup merakyat di negara-negara sekutu Soviet, meski sebagian telah mengganti ke kaliber 100 mm. Yang menarik dari meriam K-52 adalah pada larasnya yang mengambil basis laras pada tank.

Dengan bobot total 4,5 ton, soal kelincahan memang tak terlalu maksimal, namun K-52 tetap dapat berputar 360 derajat dengan gerakan sudut elevasi laras antara -3 hingga 82 derajat. Pengisian amunisi mengusung pola vertical sliding wedge.

Sedangkan untuk mengantisipasi efek tolak balik dari laras menggunakan hydraulic buffer.

Spesifikasi:

– Kaliber : 85 mm (3.34 inchi)
– Panjang laras: 55 Cal
– Berat: 4.500 kg
– Panjang keseluruhan: 7,05 meter
– Lebar: 2,15 meter
– Tinggi: 2,25 meter
– Elevasi laras: -3 hingga 82 derajat
– Jarak tembak maksimum: 15.500 meter
– Jarak tembak efekif: 10.500 meter

(PPDSM)

READ  Giliran Aliansi Seniman Cirebon (ASC) diterima oleh Kapolres Cirebon Kota, dalam silahturahmi dan Audiensi

Leave A Reply

Your email address will not be published.