Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Karya Seni Tari Greget Panji Klaras Hiasi Hari Pahlawan

Penakhatulistiwa.com, Sidoarjo – Sebagai bentuk orang yang sangat mencintai tentang sejarah dan seni yang ada di Indonesia, Sri Mulyani yang juga Pimpinan Pusat Olah Seni dan Budaya Mulyo Joyo Enterprise, tak pernah pudar semangatnya untuk menciptakan hasil karya tarinya.

Melalui anak didiknya dari SMP Pembangunan Jaya II, dengan karya seni yang dinamakan Tari Greget Panji Klaras berhasil menghiasi dalam acara memperingati Hari Pahlawan dan Hari Santri Nasional yang bertema “Napak Tilas Pejuang Syuhada’ Kemerdekaan”.

Related Posts
1 of 518

Acara Napak Tilas yang sekaligus mengenang sosok perjuangan para pahlawan diantaranya KH. Hasan Mu’min di Desa Keboan Anom, Gedangan dan KH. Nawai Dusun Sumantoro, Desa Plumbungan Sukodono, Sidoarjo.

Dalam sejarah, KH. Hasan Mukmin tinggal di Desa Keboan Sikep. Beliau mendirikan Padepokan Pesantren di daerah Keboan Sikep Sukodono Gedangan Sidoarjo.

Pada saat itu, Belanda menguasai Pabrik Gula di Kampung tersebut yang kini gedungnya menjadi Arhanud. Masyarakat hidupnya susah karena mendapatkan tekanan untuk membayar pajak tanah yang sangat tinggi oleh Belanda. Atas hal itu, KH. Hasan Mukmin akhirnya membakar semangat para santrinya untuk melawan penjajahan yang dilakukan Belanda. Dengan para santrinya, KH. Hasan Mukmin selain sebagai petani Tebu mereka juga sebagai penjual tikar untuk menyamar dan menghabiskan para pasukan Belanda.

Melihat dari sejarah, Akhirnya Sri Mulyani menyajikan karya seni tarinya sebagai pembuka dalam napak tilas untuk gerak jalan dan akhirnya diberikan sajian tari yang berjudul “Greget Panji Klaras” yang masih berpijak pada spirit karya tari tersebut.

“Sesuai nama Panji Klaras Keboan Sikep. Karena tari ini harus dinikmati oleh pemerhati yang siap untuk berimajinatif,” kata Sri Mulyani.

Selain itu, dari karya seni tari Panji Klaras Keboan Sikep yang telah menorehkan prestasi dengan meraih terbaik dan sekaligus mengangkat nama baik Sidoarjo di tingkat Nasional ini utk dapat direvitalisasi kembali. Melalui seni, Sri Mulyani ingin mengajak semua masyarakat dapat mengenal dan mempelajari karya seni.

Sebelumnya, Karya Greget Panji Klaras ini berawal dari karya Tari panji klaras keboan Sikep yg meraih 5 penghargaan Terbaik se Indonesia pada Festival Karya Tari Indonesia pada tahun 2005 di Gedung Kesenian Jakarta.

“Secara tidak langsung, kita sebagai masyarakat Sidoarjo memberikan sebuah penghargaan besar terhadap Pahlawan Sidoarjo Kita Bapak KH. Hasan Mukmin dalam membela rakyat untuk Kemerdekaan Negara Indonesia,” ujarnya.

Bahkan, Sri Mulyani berharap, dari karyanya bisa turut memajukan hasil karya anak bangsa melalui seni tari. “Saya ingin karya monumental ini dapat dikenang oleh seluruh masyarakat Sidoarjo selamanya. Dan bisa mendapatkan penghargaan seperti Rekor Muri,” tandasnya.

Penulis: Erik

[URIS id=4011]

READ  Hari H Pencoblosan, Personil Polsek Krembangan Pantau Keamanan TPS

Leave A Reply

Your email address will not be published.