Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Tekad Ibu Murti Sekuat Mortir

 

Penakhatulistiwa.com, Surabaya – Nama lengkapnya Murtiningrum, mantan juru pelihara Makam Pahlawan Nasional Dr. Sutomo, Komplek Cagar Budaya GNI jl. Bubutan kota Surabaya. Biasa disapa dengan panggilan Bu Murti dan telah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai penjaga makam sang Pahlawan, perintis Kebangkitan Nasional.

Related Posts
1 of 482

Murtiningrum dibalik namanya tersimpan sebuah kisah. Ia pernah bercerita pada kami, pemberian nama tersebut saat terjadi kemelut pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, 73 tahun silam. Ia terlahir saat dentuman mortir milik sekutu bergemuruh. Atas peristiwa itu, sang ayah memberinya nama Murti. “Murti sama dengan Mortir,” kenangnya.

Di usianya yang tak muda lagi Bu Murti hidup seorang diri, tanpa anak dan suami. Kini beliau tinggal di panti werdha milik Pemerintah Kota dibawah naungan Dinas Sosial di daerah Jambangan, Surabaya. Namun begitu saat kami jumpai, Bu Murti adalah sosok wanita yang ramah, suka bercanda dan menyukai kucing. Dulu Murti muda pernah mempunyai tunangan. Calon suaminya seorang Angkatan Laut, awak KRI Macan Tutul dibawah pimpinan Komodor Yos Sudarso.

Januari tahun 1962 sang kekasih gugur di palung samudera (Laut Aru) sebagai patriot, dalam operasi perebutan Irian Barat atas pendudukan Belanda, hingga kini jasadnya tak pernah diketemukan. Mendengar cerita ini kami langsung merinding.

Suatu ketika sambil bercanda kami iseng bertanya pada Bu Murti “Bu, kenapa Ibu dulu tidak menikah lagi ?” Sembari tersenyum disertai dialek lantangnya yang khas, Bu Murti menjawab “Tidak.. Orang jaman dulu itu kalau sudah janji setia ya harus setia sampai akhir hayat meskipun ditinggal mati,” sahutnya.

Luar biasa, dicerita kedua ini hampir saja air mata kami menetes, kisah cintanya melebihi Romeo Juliet atau bahkan Rama dan Sinta. Sebuah pelajaran hidup tentang kesetiaan dan ketulusan kami dapat. Kini Bu Murti wanita kuat mantan penjaga Cagar Budaya itu dapat ditemui di “Panti Griya Werdha” sebuah panti jompo yang terletak di jalan Jambangan Baru Tol No. 15 A Jambangan, Surabaya. (wan/SHC)

READ  Relawan La Nyalla Academia dan Kami Rakyat Jokowi Gelar Syukuran Kemenangan

Leave A Reply

Your email address will not be published.