Take a fresh look at your lifestyle.

Setelah Menghina Wartawan, Laskur Merengek Minta Maaf

0

 

Penakhatulistiwa.com, Tuban – Setelah di interogasi oleh penyidik Satreskrim Polres Tuban lantaran menghina profesi jurnalis melalui komentarnya dalam media sosial pada grup facebook Jaringan Informasi Tuban (JITU), Mohamad Laskur menyatakan menyesal dan melakukan permintaan maaf di Mapolres Tuban, Selasa (11/12).

Pemilik akun Facebook Raden Kanjeng itu dilaporkan sejumlah wartawan, karena dianggap merendahkan profesi dengan menghina atau mencaci-maki wartawan pada sebuah pemberitaan, pada Sabtu (8/12/2018) lalu.

Adapun komentar pria asal Desa Maindu, Kecamatan Montong yaitu menyebut wartawan p***k. Diikuti komentar selanjutnya dengan nada ujaran kebencian.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Iwan Hari Purwanto mengatakan, pelaku mengaku salah telah melakukan hinaan kepada wartawan di sebuah akun Facebook.

Saat diinterogasi petugas, pelaku mengaku tidak sadar atas komentarnya itu. Pemilik akun Raden Kanjeng itu berkeluh jika dia banyak masalah.

“Pelaku mengaku banyak beban pikiran, sehingga dia melampiaskan kepada wartawan. Tapi sudah minta maaf, dan diselesaikan secara kekeluargaan,” Ujar Kasat di Mapolres.

Saat proses penyelidikan, Mohamad Laskur menyatakan minta maaf. Dia mengaku khilaf atau tidak sengaja telah berkomentar yang menghina wartawan.

“Saya minta maaf, saya berjanji tidak mengulangi lagi,” Sesalnya.

Selain itu, Pria yeng pernah menjadi TKI itu juga mengajak netizen untuk cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Tidak berkomentar asal, apalagi bernada hinaan pada seseorang, lembaga atau institusi tertentu.

“Hati-hati bermedia sosial, jangan pernah menghina siapapun, sekali lagi saya minta maaf,” Beber pelaku didampingi anggota keluarganya.

Sementara itu, perwakilan wartawan, Sri Wiyono juga meminta semua netizen agar cerdas bermedia sosial.

Jangan gunakan media sosial untuk menghina, mencaci-maki, atau mencela siapapun. Gunakanlah media sosial untuk berbagi kabar yang baik, jangan sebaliknya malah digunakan untuk menyebar kabar bohong atau permusuhan.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa setiap ujaran yang kita lakukan di media sosial ada konsekuensi hukumnya, kita sudah memaafkan pelaku,” Tutup Ono sapaan akrabnya.(Afi/Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy