Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Tahun 2018, Penyalahgunaan Narkotika di Gresik Meningkat 54 Persen

Penakhatulistiwa.com, Gresik – Bertempat di aula Mapolres Gresik, Senin (31/12), mengadakan kegiatan Press Conference akhir tahun 2018.

Kegiatan tersebut, dihadiri Kapolres, dan Wakapolres, Kasubbag Humas, Pejabat Utama serta seluruh Kapolsek se Kabupaten Gresik, hingga wartawan berbagai media massa.

Related Posts
1 of 471

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran kinerja dan prestasi selama tahun 2018. Sebab, berbagai banyak tindakan kejahatan berhasil diungkap adalah, pada Unit Reskrim maupun Unit Reskoba Polres Gresik,” kata AKBP Wahyu Sri Bintoro, Kapolres Gresik di sela-sela dalam kata sambutannya, Senin (31/12/2018).

Dikatakannya, sejumlah kasus menonjol berhasil kami ungkap diantaranya, ungkap kasus pencurian disertai kekerasan (Curas), dan pencurian disertai pemberatan (Curat), serta pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), hingga perampasan disertai modus gendam, dan juga penyalahgunaan senjata tajam (Sajam).

“Dalam kurun waktu 12 (dua belas) hari selama bulan September 2018 yang terdapat sebanyak 45 kasus dengan berjumlah 52 tersangka. Hal ini kasus yang sangat menonjol,” terangnya.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, sebelumnya pada kasus narkoba selama tahun 2017 tersebut kami berhasil mengamankan sebanyak 100 tersangka dengan kasus penyalahguna narkoba. Dan sekarang di tahun 2018 ini meningkat menjadi sebanyak 220 tersangka. “Peningkatannya sangat drastis sekitar 54 persen,” jelasnya.

Selain itu, menurut Wahyu, bahwa Polres Gresik juga mendapatkan segudang prestasi dari Satlantas Polres Gresik dan tidak kalah yang masing-masing, lomba inovasi, hingga sampai juara lomba pos pengamanan serta beberapa perlombaan lainnya. Yang sehingga Polres Gresik menjadi juara umum tingkat Jatim.

“Dari Satlantas Polres Gresik sendiri angka kecelakaan selama tahun 2018 sangat menurun. Semuanya ini merupakan berkat hasil kinerja seluruh anggota berada di Jajaran,” ujarnya.

Untuk itu, Wahyu berharap, semoga ke depannya tetap stabilitas menjaga ketertiban umum di Kabupaten Gresik. Hal ini, kata Wahyu, merupakan tugas kita bersama maka peranan dari masyarakat sangat kami perlukan agar tercipta wilayah kondusif dan nyaman.

“Lebih-lebih kita dalam waktu dekat bakal menghadapi agenda besar yakni, pilihan legislatif (Pileg) dan pilihan presiden (Pilpres) 2019 kepada masyarakat bersama menjaga di wilayah Kabupaten Gresik agar tetap damai, aman, dan harmonis tidak ada saling perselisihan,” tuturnya. (Hyt/Ov1/21K)

READ  Klenteng Talang Cirebon, Satu Dari Dua Tempat Ibadah Konghucu di Pulau Jawa

Leave A Reply

Your email address will not be published.