Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

MENJERNIHKAN KLAIM PEDANG ARAB

Tidak sedikit kolektor bilah yang mengklaim bahwa ia memiliki Pedang Arab, atau setidaknya sebuah pedang yang berasosiasi dengan ke-Islam-an. Tujuannya jelas, ingin bahwa benda miliknya itu dianggap sebagai benda bersejarah “yang mulia”. Kita tak dapat memungkiri bahwa, di tengah masyarakat luas, Islam itu seolah identik dengan Arab.
Dari sekian bilah yang berlabel klaim “ke-Arab-an” tersebut, beberapa di antaranya tampak jelas adalah pedang yang sebetulnya non-Arab. Bilah, gagang, dan pelbagai ornamen yang menyertainya, secara konkrit memperlihatkan identitasnya. Namun, karena tak ingin kehilangan status kemuliaannya, hal itu ditepis dan “keukeuh” mempertahankan klaimnya.
Pangkal polemik dari persoalan klaim itu adalah karakter pedang Arab yang tidak banyak orang dalami. Hanya sedikit ahli atau kurator benda-benda antik bersejarah yang benar-benar mempelajarinya. Meskipun demikian, kita dapat merengkuh ilmu yang mereka miliki dengan mencoba mendalami wawasan mereka terkait hal itu dalam karya-karya yang mereka lahirkan.
Related Posts
1 of 45
Selain itu, kita dapat pula mengidentifikasi karakter pedang Arab dari pelbagai tinggalan arkeologis yang ada. Dalam hal ini, tercatat sejumlah museum dan tempat penyimpanan benda cagar budaya di dunia memiliki koleksi pedang Arab. Tidak hanya periode kekhalifahan, bahkan beberapa di antaranya, diketahui berasal dari masa hidupnya Nabi Muhammad SAW.
Seperti halnya pedang dari Dinasti Umayah, yang ditemukan di Cordova dalam gambar-gambar ini. Karakternya khas, dan kita dapat menyimpulkan bagaimana pedang Arab itu semestinya. (Tendy)

Leave A Reply

Your email address will not be published.