Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Ricuh Demo Mahasiswa di Kota Cirebon

Cirebon, Penakhatulistiwa – Kericuhan terjadi dalam aksi Mahasiswa di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Jumat 22 Juli 2022.

 

Kericuhan berawal dari mahasiswa yang melakukan aksi dengan membakar ban.

 

Related Posts
1 of 283
Polisi tampak berusaha menghentikan aksi bakar ban tersebut. Akhirnya aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi pun tak terhindarkan.

 

Adapun dalam demo kali ini, mahasiswa Cirebon kembali mengajukan tuntutan seputar RKUHP yang menurut mereka memuat pasal-pasal kontroversial.

 

Massa juga menuntut kebijakan pemerintah terkait dengan kenaikan harga BBM yang sekarang terjadi.

 

Sebelumnya, kericuhan juga terjadi dalam aksi demo pada tanggal 18 Juli 2022 lalu yang berujung aksi pemukulan polisi terhadap mahasiswa.

 

Keluarga salah satu mahasiswa yang menjadi korban saat pemukulan tersebut, mengadu ke Propam
Polres Cirebon Kota.

 

Menurut pihak keluarga, polisi diduga melakukan tindakan represif saat pengamanan demo mahasiswa Cirebon di depan Gedung DPRD.

 

Adanya aduan tersebut dibenarkan Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar melalui Kasi Propam Iptu Sukirno ditemui oleh radarcirebon.com di ruang kerjanya pada Rabu 20 Juli 2022.

 

“Benar, ada salah satu keluarga mahasiswa sudah melapor kepada kami (Propam) tapi bentuknya dumas (aduan masyarakat) belum laporan kepolisian (LP) resmi,” ujar Sukirno.

 

Iptu Sukirno menuturkan, pihaknya hingga kini masih terus mengumpulkan bukti dan data terkait demo mahasiswa Cirebon yang berujung ricuh tersebut.

 

“Semalam (Selasa) tim dari Paminal sudah ke rumah mahasiswa tersebut dan bertemu dengan yang bersangkutan serta orangtuanya,” katanya.

 

Diungkapkan Sukirno, selain mahasiswa, dari pihak polisi juga ada yang terluka saat pengamanan unjuk rasa.

 

“Intinya, peristiwa kemarin menjadi atensi Pak Kapolres dan kami masih terus melakukan pulbaket,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Raden Muchamad Fajri, Ketua BEM FH UGJ menegaskan, BEM FH UGJ akan melaporkan tindakan represif Polisi saat melakukan pengamanan demo mahasiswa ke Propam Polres Cirebon Kota.

 

Saat kejadian, kata dia, ada 6 mahasiswa yang menjadi korban. Dari ke 6 mahasiswa, baru satu yang melapor ke Propam Polres Cirebon Kota.

 

“Kami dari BEM FH UGJ meminta agar kejadian tersebut bisa diproses oleh Propam Polres Cirebon Kota,” tegasnya. (Disway)
READ  Kinerja Positif, Pengeboran Sumur JAS-022 Pertamina EP Lampaui Target

Leave A Reply

Your email address will not be published.