Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

“JIBAKUTAI” Barisan Berani Mati INDONESIA

 

Penakhatulistiwa.com – Terinspirasi oleh penerbang bunuh diri Kamikaze, Jepang membentuk barisan bunuh diri atau Jibakutai di Indonesia pada 8 Desember 1944.

Related Posts
1 of 935

Jibakutai kemudian diserap sebagai kata Indonesia yang artinya “menyerang musuh dengan jalan menubrukkan dirinya yang sudah dipersenjatai dengan bom atau alat peledak lainnya pada musuh. Jumlah keseluruhan anggota Jibakutai mencapai 50.000 orang. didirikan di beberapa daerah. Di Bali misalnya, Jibakutai disebut juga Bo’ei Teisin Tai.

Pada Desember 1944, pihak berwenang Jepang melaporkan bahwa orang Bali minta bagian dalam menghajar musuh dengan ikut Bo’ei Teisin Tai. Mereka mencatat bahwa para intelektual, kebanyakan guru sekolah, redaktur media massa dan sebagainya merupakan mayoritas nama-nama yang terdaftar.

Kesatuan Bo’ei Teisin Tai pertama berdiri pada Maret 1945, dan pada Juni 1945, grup kedua bertolak dari Buleleng ke Gianyar untuk latihan.

Kendati namanya sebagai pasukan berani mati, namun Jibakutai seperti barisan semimiliter lain bentukan Jepang , dipersiapkan hanya sebagai pendukung tentara Jepang.satuan-s
atuan ini dipersenjatai dan dilatih hanya dengan bambu runcing.

Tujuan melatih kelompok-kelompok ini adalah saling kerja sama dan mendukung kepada perang, bukanlah ikut serta secara militer sebagai satuan-satuan tempur.

Setelah Indonesia merdeka, Peta dan Heiho menjadi cikal bakal tentara Indonesia. Jibakutai juga mengubah namanya menjadi Barisan Berani Mati (BBM), tetapi umumnya orang menganggap namanya terlalu muluk.

Mereka baru menunjukkan aksinya ketika perang melawan Sekutu di Surabaya pada 10 November 1945. Berjenis-jenis kendaraan lapis baja seperti brencarrier, panser dan tank banyak yang meledak karena ulah mereka.

Anggota BBM beroperasi dalam kelompok-kelompok kecil. Masing-masing menjinjing sebuah bom, kemudian membenturkan diri ke kendaraan perang musuh yang menghancurkan benteng-benteng berjalan itu. Tindakan yang kelewat berani ini sangat menonjol pada hari ketiga perang.

Keberanian mereka menimbulkan kekaguman di kalangan pejuang dan keterkejutan di pihak lawan. Tentara Inggris terperanjat dan menuding Indonesia menggunakan orang-orang Jepang untuk melakukan bunuh diri, karena mereka menganggap hanya orang Jepang yang berani berbuat nekat seperti itu.

“Anggota BBM telah membuktikan bahwa cemooh yang diperolehnya selama ini adalah tidak benar, bahwa keberanian bukan milik bangsa Jepang saja yang dengan Kamikaze-nya berani menumbukkan pesawat terbang ke kapal perang Sekutu”.

(PPDSM)

READ  Kunjungi Yayasan Eks Kombatan, La Nyalla Ajak Berjihad Untuk Kesejahteraan Ekonomi dan Kewirausahaan di Jatim

Leave A Reply

Your email address will not be published.