Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Ayah Tiada, Erlina Perempuan Tangguh Asal Cirebon Jadi Tulang Punggung Keluarga

Penakhatulistiwa.com – Erlina perempuan cantik berusia 20 tahun, asal Blok Karang Birai RT 005 RW 003, Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat merasa sedih ketika menceritakan pahit getir kehidupannya.

Perempuan cantik ini harus melakoni rintangan kehidupan yang tidak mudah baginya.

Setelah ditinggal almarhum ayahandanya meninggal dunia karena sakit komplikasi pada Oktober 2018 lalu.

Related Posts
1 of 504

Maka, Erlina harus melakoni peran sebagai kepala rumah tangga demi untuk ibu dan adiknya.

Karena, penghasilan ibunya tak menentu. Sehingga tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebabnya, Erlina harus banting tulang bekerja sebagai buruh disalah satu pabrik. Hal ini, untuk membantu ibunya yang berjualan daun salam serta adiknya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

Erlina tinggal bersama ibunya beserta adiknya di rumah yang cukup memperhatinkan kondisinya.

Namun dengan kondisi seperti ini tidak lantas membuat Erlina malu.

Kepada Penakhatulistiwa.com Erlina menceritakan, semenjak ayahandanya pergi untuk selama-lamanya ia pernah nyambi bekerja sebagai buruh rumah tangga. “Dulu setelah pulang sekolah, saya pernah bekerja menjadi buruh rumah tangga dan penghasilan saya 100 ribu setiap minggunya,” tutur Erlina sambil menahan kesedihannya, Jumat (27/9/2019) malam.

Namun dari penghasilan selama ia bekerja sebagai buruh rumah tangga tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ibu dan adiknya.

Saat ini, Erlina mengaku baru bekerja sebagai buruh disalah satu pabrik dengan penghasilan yang tak menentu.

“Saya bekerja di pabrik baru dua hari,” ungkap Erlina saat ditemui Penakhatulistiwa.com di kediamannya.

READ  Bentuk Kepedulian Pemprov Jatim Pulangkan Jenazah TKI asal Blitar

Meski begitu, ia tak ingin berpangku tangan.

Bahkan, Erlina bercita-cita ingin membahagiakan ibunya beserta adiknya. “Harapan saya ingin menjadi orang sukses, biar bisa membantu ibu dan adik,” ujar Erlina.

Sebagai ibu kandung Erlina, Misna (45) merasa sedih karena ia hanya bertumpu pada Erlina untuk menambah penghasilan sehari-harinya.

Misna bekerja sebagai penjual daun salam, makanan pepes pisang.

Menurutnya, dari pagi hingga malam hari ia berjualan demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Namun, penghasilan Misna tidaklah cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. “Saya berjualan dari jam 5 sore sampai jam 12 malam,” terangnya.

Dimata ibunya, Erlina dikenal sebagai anak yang baik, penurut dan sayang terhadap adiknya. “Saya berharap doa beserta cita-cita Erlina menjadi orang sukses dan ingin membahagiakan orang tua beserta adiknya dapat terwujud,” kata Misna menahan kesedihannya. Mu

Leave A Reply

Your email address will not be published.