Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

LPPM UNTAG Surabaya Selenggarakan Sosialisasi Implementasi Kesetaraan Gender

Penakhatulistiwa.com, Surabaya – Pusat studi gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNTAG Surabaya bekerjasama dengan Eqwip Hubs Canada menyelenggarakan workshop bertajuk “Sosialisasi Implementasi Kesetaraan Gender & Inklusi Sosial di Perguruan Tinggi”, Kamis (06/12).

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang I202 Gedung Pascasarjana UNTAG Surabaya tersebut menghadirkan dua narasumber diantaranya Mariam Zia-Gender Officer Eqwip Hubs dan Prof. Dr. Emy Susanti, MA-Ketua Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia (ASWGI).

Related Posts
1 of 511

Saat memberikan pemaparan, Mariam menjelaskan, mengenai perbedaan gender dan sex yang seringkali dianggap sama oleh masyarakat. Gender, kata Mariam, merupakan pembagian peran kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat sesuai dengan norma, adat-istiadat atau kebiasaan masyarakat. Sementara sex terkait dengan biologis.

“Sedangkan kesetaraan gender itu mengenai kemanusiaan, bukan hanya mengenai perempuan saja melainkan juga laki-laki. Kesetaraan dalam hal kesempatan, hak dan kewajiban serta tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan dari kedua belah pihak,” jelasnya.

Mengenai isu kesetaraan gender, Mariam menyebutkan, termasuk dalam salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Jadi salah satu dari 17 program SDGs adalah Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Oleh karenanya ada banyak sekali kampanye mengenai isu kesetaraan gender seperti menghilangkan bentuk-bentuk kekerasan. Baik kekerasan psikis, mental, fisik hingga seksual. Kesetaraan juga bukan hanya mengenai gender, melainkan juga kelompok minoritas. Salah satu contohnya yakni kelompok difabel,” paparnya.

Sementara itu, melihat dari maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan civitas akademika, Prof. Dr. Emy Susanti, MA., menyarankan agar Perguruan Tinggi mendorong adanya kurikulum gender di level pendidikan, meningkatkan dan mengoptimalisasi partisipasi dalam semua hal mengenai gender hingga memperluas pendidikan gender kepada pemerintah, birokrasi dan masyarakat umum.

“Bisa dilakukan dengan melakukan training mengenai kesetaraan gender. Membagikan knowledge mengenai isu kesetaraan gender juga bisa melalui mata kuliah yang khusus mengenai gender issues, baik dalam bentuk independent subject atau mata kuliah terintegrasi,” tuturnya. (Red)

READ  Kapolres Cirebon Kota, Himbau peserta unras dalam rangka peringatan mayday dengan Humanis dan kekeluargaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.