Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Perjalanan Sang Vocalis Windy Barbie Rock Putri Toto AR

Penakhatulistiwa.com, Jakarta – Terlahir sebagai seorang wanita, tak membuat surut sedikitpun semangat Windy Saraswati untuk terjun ke dalam dunia olah suara menghiasi belantika musik tanah air sebagai penyanyi wanita yang perlu diperhitungkan.

Berbekal mempunyai darah seni yang mengalir pada dirinya, penyanyi perempuan yang juga anak dari TOTO AR sang bassist pertama Band Legendaris Koes Plus di awal tahun 1960 mempunyai bakat menyanyi sejak kecil saat berumur 10 tahun.

Related Posts
1 of 471

Dalam perjalanannya ke dunia musik, berawal saat mengikuti Festival Cipta Pesona Bintang yang diselenggarakan stasiun televisi swasta RCTI pada tahun 1993-1994. Sebagai remaja yang baru menyelesaikan SMA, Windy mendapatkan prestasi juara 2 dalam ajang festival tersebut.

Foto : Windy Saraswati

Setelah lulus SMA, Windy ingin fokus dalam dunia tarik suara dan tidak melanjutkan ke pendidikan Perguruan Tinggi. Akhirnya Windy menyalurkan bakat menyanyinya di salah satu Bar Ibukota Jakarta sampai tahun 2000-an.

Seusai berhenti dari penyanyi Bar dan Cafe, bakat menyanyi vocalis yang biasa dipanggil Windy Barbie Rock semakin sukses dan berhasil memulai rekaman pada tahun 2000. Dengan mengeluarkan album pertamanya berjudul WINDY, Produksi Harpa Records.

Berselang dua (2) tahun kemudian tepatnya pada tahun 2002, anak ke dua dari TOTO AR sang bassist legendaris Koes Plus tahun 1960 juga berhasil mengeluarkan album rekaman yang ke dua kali. Dari Produksi EMI International Label dengan album yang berjudul WINDY SEUTUHNYA.

Namun, melihat perkembangan dunia belantika musik tanah air yang tumpah ruah musisi pendatang baru, akhirnya Windy sempat vakum selama lima (5) tahun dan beralih profesi sebagai pemain sinetron di salah satu stasiun televisi swasta.

Mempunyai jiwa seni musik yang tertanam dalam dirinya, tidak membuat surut semangat untuk kembali terjun ke dunia tarik suara. Walaupun sempat vakum, akhirnya pada tahun 2007 album ketiganya keluar dan berpindah genre Rock dengan album yang berjudul BERTEMU DALAM MIMPI ciptaan Deddy Dores.

Foto : Windy Saraswati

Sebagai penyanyi wanita yang bergenre rock, Windy sangat menikmati walaupun banyak kalangan masyarkat yang memberi konotasi negatif terhadap rocker perempuan. “Saya termasuk salah satu penyanyi rock wanita yang tidak merokok dan tidak minum alkohol. Jadi lihatlah seseorang dari sisi dalamnya, jangan luarnya,” kata penyanyi rock kelahiran tahun 1975 pada Penakhatulistiwa.com, kamis (23/8).

Selain sudah mempunyai rekaman sebanyak tiga (3) album dan dua (2) single hingga sekarang, penyanyi yang biasa dipanggil Windy Barbie Rock merasakan kebanggaan tersendiri. Dalam membawakan lagu yang beraliran rock, menjadikan lebih beda nuansa, lebih liar dan seperti merdeka.

Adapun prestasi sebagai penyanyi rock perempuan, Windy mengatakan, suatu hal yang berkesan dan membekas kebanggaan adalah sudah bisa diakui menjadi salah satu Rocker Perempuan di Ibukota Jakarta yang pernah bersanding dengan para musisi rock papan atas Indonesia.

“Karena saya bisa berkolaborasi dengan banyak musisi rock legendaris. Seperti Eet Syaharani, John Paul Ivan, Ovy Rif, dan yang lain,” ungkap Windy anak ke dua dari TOTO AR sang bassist legendaris Koes Plus tahun 1960. (21k)

READ  JKSN se Madura Mantapkan Pilihan ke Jokowi-Ma'ruf

Leave A Reply

Your email address will not be published.