Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

RAPAT SAMODERA TAMBAKSARI

(21 September Dalam Catatan Sejarah Surabaya)

Merawat Ingatan, Menolak Lupa, Suroboyo Wani

Related Posts
1 of 482

Penakhatulistiwa.com – Jika kita melihat kronik peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya biasanya yang kerap diingat adalah Insiden Bendera 19 September 1945, Pertempuran 3 hari yang menewaskan Brigjend AWS Mallaby dan pertempuran 10 November 1945. Padahal ada satu peristiwa yang juga tidak kalah penting yakni Rapat Raksasa di Lapangan Tambaksari Surabaya tanggal 21 September 1945.

Suasana kota Surabaya tanggal 20 September 1945, kelihatan ramai membicarakan rencana Rapat Raksasa di Lapangan Tambaksari yang akan diadakan keesokan harinya. Semangat pemuda sudah meluap dan diarahkan kepada penguasa Jepang dan sudah ada rencana setelah rapat raksasa akan digerakkan melucuti senjata tentara Jepang.

Ratusan ribu rakyat Surabaya berduyun- duyun ke lapangan Tambaksari (sekarang bernama Gelora 10 November) untuk mengikuti Rapat Raksasa yang juga disebut dengan Rapat Samodera. Rapat Raksasa ini awalnya digerakkan oleh Pemuda Minyak yang sudah membentuk panitia sebanyak 20 orang. Setelah keputusan untuk diadakannya rapat raksasa di Tambaksari, S. Kasman dan kawan-kawannya menggerakkan truk-truk pengangkut pegawai dijadikan alat angkut massa menuju ke Tambaksari.

Para Pemuda Indonesia yang sudah terbakar semangat merdeka terus menyebarkan informasi tersebut secara langsung kepada rakyat Surabaya berkeliling kota masuk ke kampung-kampung. Rapat Raksasa yang direncanakan dimulai jam 3 sore telah ramai sejak pukul 1 siang. Pergerakkan massa rakyat dilaksanakan kelompok pemuda pejuang yang bergerak “dibawah tanah”. Rakyat selain berjalan kaki, bersepeda, naik becak ada juga yang naik truk yang sebelumnya dirampas dari pos dan markas tentara Jepang.

Para Pemuda yang aktif sebagai panitia dalam penyelenggaraan Rapat Raksasa ini pengurus PRI (Pemuda Republik Indonesia) dan puncak keberhasilan menghimpun massa itu adalah inisiatif Hassanoesi yang mengerahkan truk-truk dan mobil hasil rampasan Jepang. Rapat Raksasa itu bertujuan untuk meningkatkan semangat massa rakyat agar lebih berani berkorban demi mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan dengan semangat persatuan dan tekad yang berbunyi “Merdeka atau Mati”.

Tepat pukul 16.00, Rapat Raksasa di Lapangan Tambaksari dimulai. Acara dibuka dengan pidato pengantar oleh ketua BKR Surabaya Abdoel Wahab. Berturut-turut kemudian pidato yang membangkitkan semangat yang disampaikan oleh Residen Sudirman, Soemarsono, Lukitaningsih, Abdoel Sjoekoer, Sapia dan Koesnadi. Sekembalinya dari menghadiri Rapat Raksasa di Tambakasari, semangat rakyat menjadi berkobar-kobar serta bangkitnya keberanian untuk segera bergerak mempertahankan kemerdekaan. Kesimpulan tersebut sangat tepat, karena para pemuda tersebut tidak pernah minta ijin sebelumnya kepada Penguasa Jepang untuk menyelenggarakan Rapat Raksasa tersebut. Peristiwa itu bagaikan bensin, sehingga api yang panas semakin membara dan sekaligus memperkuat keyakinan para pemuda bahwa sisa-sisa kekuasaan pasukan pendudukan Jepang harus dibongkar sampai ke akar-akarnya.

Massa pemuda juga meningkatkan aksinya dengan merobek-robek poster Jepang yang berisi larangan mengeluarkan pendapat. Gerakan protes semacam ini kemudian berkembang menjadi aksi massal, poster-poster Jepang diganti dengan plakat buatan anak-anak muda itu sendiri.

Setelah Rapat Raksasa selesai Pasukan Kampetai bersenjata lengkap dengan menempatkan truk, panser dan tank-tanknya menangkap 11 orang yang dianggap tokoh pergerakkan (termasuk di dalamnya Lukitaningsih Ketua Pemuda Puteri) ditangkap dan dijebloskan ke bekas kantor Raad van Justitie (sekarang menjadi Tugu Pahlawan). Tengah Malam sebelas orang tersebut dibebaskan oleh pejabat pemerintah dan tokoh pejuang. Peristiwa itu merupakan modal yang sangat berarti untuk lebih mempersiapkan segenap lapisan pemuda dan rakyat. Kita harus siap mengadakan perlawanan kepada siapapun yang akan menginjak-injak kehormatan bangsa. JASMERAH

Surabaya Historical

READ  Lapas Pasuruan Siap Jadi Wilayah Bebas dari Korupsi

Leave A Reply

Your email address will not be published.