Pena Khatulistiwa
Menggores Sejarah Peradapan

Perjuangan Laskar Depo SIDOTOPO (Bag.1)

 

“Lebih baik angkat senjata atau hancur lebur daripada dijajah kembali ! ! !”

Related Posts
1 of 482

Penakhatulistiwa.com – Demikian pernyatan sikap tegas pemuda Sumali, setelah ditanya pendapatnya dalam forum pertemuan spontanitas pada 15 agustus 1945 pagi, yang secara antusias dijawab dengan semangat dan pekik “Merdeka atau Mati”.

Dari kalangan pemuda pemuda lain yang hadir. Pertemuan yang dipimpin oleh pemuda Nandir dan Pemuda Untung hadi dibantu dengan sekretaris Soeroso pada pagi itu dilaksanakan secara mendadak untuk penentuan sikap Pemuda Kereta api (PRIKa) dipo lokomotif sidotopo Surabaya yang selanjutnya terkenal dengan sebutan Laskar Kereta Api Depo Sidotopo.

Setelah mendengar berita dari Bandung tentang penyerahan Tentara Jepang terhadap tentara Sekutu di Dalat Singapura pada tanggal 14 agustus 1945. Pertemuan pemuda depo sidotopo yang sebagian anggotanya adalah mantan anggota KNIL melahirkan kebulatan tekad untuk:

(1) Mempertahankan dan mengamankan kedaulatan wilayah sidotopo pada kususnya dan Surabaya atau perjuangan kemerdekaan pada umummya dari cengkereman penjajah manapun.

(2) Mengawal dan mengamankan perjalanan kereta api.

(3) Mempertahankan, mengamankan dan menyelamatkan hak milik Djawatan kereta api ( DKA).

Saat itu pula, pada tanggal 15 agustus 1945, jam 11.00 setelah mengakhiri sidang, Laskar Kereta Api depo sidotopo secara spontan mengibarkan bendera merah putih dihalaman muka kantor mesin Depo Sidotopo Surabaya. Anggota Laskar Kereta Api depo Sidotopo yang pada perkembangannya juga dikenal dengan sebutan Polisi Kereta Api.

Kembali berikrar untuk : Maju terus, Pantang mundur, rawe-rawe rantas malang-malang putung, merdeka atau mati, lebih baik hancur dari pada dijajah kembali.

Dan siap menanggung atau menghadapi segala resikonya akibat perbuatan dan tindakannya, sebab pada saat itu Indonesia dalam kondisi vakum kekuasaan, dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
belum dinyatakan.

Setelah mendengar berita dari teman teman di Jakarta bahwa pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sudah dikumandangkan oleh Sukarno pada tanggal 17 agustus 1945, maka Laskar Pemuda Kereta api depo Sidotopo dibawah pimpinan pemuda
Nandir, sudah siap mengepakkan sayapnya.

Lewat jaringan komunikasi dan sarana trasportasi yang dimiliki Kereta Api, berita Kemerdekaan Indonesia terus dikumandangkan keseluruh Indonesia dan Dunia.

Dalam upaya ikut menegakkan kedaulatan kota Surabaya paska proklamasi, Laskar Kereta Api merasa perlu untuk melakukan pelucutan senjata terhadap tentara jepang yang masih bercokol dibumi Surabaya.

Maka pada sekitar bulan September sampai awal oktober 1945, bersama-sama laskar-laskar arek-arek dan pemuda suroboyo perlucutan senjata tentara jepang bisa dilakukan. Atas bantuan para pemuda Sawahpulo, Laskar Kereta Api depo sidotopo dibawah pimpinan Nandir berhasil menguasai dan melucuti senjata tentara jepang di benteng terbesarnya jl Semampir, tanpa perlawanan yang berarti. Dan pada hari yang hampir bersamaan, Laskar Kereta Api depo sidotopo juga berhasil membongkar dan membawa berpeti- peti peluru karabijn dari gudang peluru di Kedung Cowek, dan membagikanya kepada laskar-laskar lain yang membutuhkan.

Hari- hari berikutnya secara berturut turut, menjelang tiga hari pada akhir September sampai dengan permulaan oktober1945, Laskar kereta api Depo Sidotopo bersama pemuda pemuda lain, terlibat pertempuran-pertempuran sangat sengit melawan tentara Jepang di Ketabang, dimarkas Kaigun (angkatan laut jepang) gubeng pojok dan di gedung
Kompeitai ( markas polisi militer jepang).

Pertempuran- pertempuran tersebut memakan banyak korban dari kedua pihak, namun dalam pertempuran pertempuran tersebut Laskar Kereta Api Depo Sidotopo dibawah pimpinan Nandir, berhasil menguasai dan merebut 126 ( seratus dua puluh enam) pucuk senjata otomatis karabijn, beberapa buah pedang samurai dan pistol.

Tahapan berikutnya, pendaratan tentara sekutu yang dipimpin Inggris di Surabaya sudah diperkirakan jauh sebelumnya, sehingga peningkatan kewaspadaan terhadap pengamanan kedaulatan wilayah sekitarnya yang diemban oleh Laskar Kereta Api Depo Sidotopo mulai dari setasiun KA ujung sampai ke Depo lokomotif Sidotopo semakin ditingkatkan.

(PPDSM)

READ  Karya Bakti Kodim 0620/Kab Cirebon, di Desa Kedongdong Kidul, Hari ini Resmi ditutup

Leave A Reply

Your email address will not be published.